##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menangani anak dengan perilaku hiperaktif di Sekolah Khusus Negeri serta mengidentifikasi bentuk perilaku hiperaktif dan respons pendidik terhadap perilaku tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap perilaku anak di lingkungan sekolah serta wawancara mendalam dengan guru kelas dan orang tua. Analisis data dilakukan secara induktif dengan menggunakan model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak hiperaktif menampilkan perilaku khas seperti kesulitan mempertahankan perhatian, tidak mampu duduk diam, sering menyela pembicaraan, serta impulsivitas dalam aktivitas belajar dan sosial. Temuan juga mengungkap bahwa guru memegang peran sentral dalam mengelola perilaku tersebut melalui pendekatan emosional, pemberian instruksi sederhana dan bertahap, pembentukan rutinitas kelas yang konsisten, serta pengawasan intensif selama proses pembelajaran. Namun demikian, keterbatasan pemahaman dan minimnya pelatihan khusus terkait ADHD masih menjadi kendala dalam penerapan strategi penanganan yang optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan kompetensi guru dalam menangani anak hiperaktif guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan inklusif.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
##journal.references##
- Anggraini, V. Y. (2019). Stimulasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Pedagogi, 73-84.
- Aziz, A. N. (2022). Multidisiplin Bahasa. Educational, 114-122.
- Dariyanto, A. &. (2019). Faktor Penyebab Anak ADHD. Wacana Akademika, 141-147.
- Dewi, M. P. (2020). Perkembangan bahasa, emosi, dan sosial anak usia SD. pendidikan dasar, 1-11.
- Suryani, N. L. P., & Asih, I. D. (2022). Strategi guru dalam menangani anak hiperaktif di sekolah dasar inklusif. Jurnal Pendidikan dan Konseling Kebajikan (JPKK), 5(1), 12–22. https://doi.org/10.24176/jpkk.v5i1.5678
- Ramadhani, A., & Lestari, M. (2021). Peran konselor dalam menangani perilaku anak dengan ADHD di sekolah dasar. JPKK, 4(2), 33–42. https://doi.org/10.24176/jpkk.v4i2.4982
- Putri, R. A., & Nugroho, T. A. (2020). Implementasi teknik behavior modification pada anak hiperaktif. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 3(1), 18–25. https://doi.org/10.24176/jpkk.v3i1.4231
- Barkley, R. A. (2015). Attention-deficit hyperactivity disorder: A handbook for diagnosis and treatment (4th ed.). Guilford Press.
- American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). https://doi.org/10.1176/appi.books.9780890425596
- Suryani, N. L. P., & Asih, I. D. (2022). Strategi guru dalam menangani anak hiperaktif di sekolah dasar inklusif. JPKK, 5(1), 12–22. https://doi.org/10.24176/jpkk.v5i1.5678