Main Article Content

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan lima orang siswa tunarungu kelas VIII B di SLB Wacana Asih Padang yang mengalami masalah dalam bahasa ekspresif. Berdasarkan masalah diatas, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan metode maternal reflektif dalam meningkatkan kemampuan mengucapkan kata bagi anak tunarungu kelas VIII di SLB Wacana Asih Padang. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan jenis one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini 5 orang siswa di SLB Wacana Asih Padang. Hasil penelitian ini menunjukkan, kemampuan anak dalam berbahasa ekspresif setelah dianalisis dengan melihat pesentase pada saat pretest yaitu 39% sedangkan untuk posttest terdapat peningkatan yakni menjadi 61%. Data diolah agar lebih ilmiah dengan menggunakan uji Mann Whitney. Diperoleh Uhit = 5 dan Utab = 2 dengan n = 5 pada taraf signifikan 95% dan α = 0,05. Hipotesis alternatif diterima karena Uhit > Utab, jadi disimpulkan bahwa metode maternal reflektif dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif pada anak tunarungu.

Keywords

Bahasa ekspresif, metode maternal reflektif, tunarungu

Article Details

How to Cite
Irwanto, F., Iswari, M., & Efrina, E. (2018). Efektivitas Metode Maternal Reflektif dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Tunarungu. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 2(2), 25–28. https://doi.org/10.24036/jpkk.v2i2.140

References

    Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
    Bunawan, Lani. & Yuwati, Cecilia Susila. (2000). Penguasaan Bahasa Anak Tunarungu. Jakarta: Yayasan Santi Rama.
    Dhieni, N., Fridani, L., Muis, A., & Yarmi, G. (2014) Metode Pengembangan Bahasa : 1-28
    Gunawan, Dudi. (2016). Modul Guru Pembelajar SLB Tunarungu Kelompok Kompetensi A. Bandung:PPPPTK DAN PLB
    Hernawati, T. (2007). Pengembangan Kemampuan Berbahasa dan Berbicara Anak Tunarungu. Jurnal JASSI_anakku, 7(1), 101-110.
    Kusumawati, L. I. (2017). Pengaruh Penerapan Metode Maternal Reflektif Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Anak Tunarungu Kelas Iv Di Slb-B Yrtrw Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017(Doctoral dissertation, Universitas Sebelas Maret).
    Pujiwati, S. (2012). “Meningkatkan Pemahaman Kosakata Benda Anak Tunarungu Melalui Metode Maternal Reflektif di Kelas D II B di SDLBN Tarantang Lima Puluh Kota. Jurnal Pendidikan Luar Biasa.
    Sadjaah, Edja. (2007). Pendidikan Bahasa bagi Anak Gangguan Pendengaran dalam Keluarga. Jakarta: Departemen Pendidikan Direkorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Penguruan Tinggi.
    Sari, P. N. P., & Praherdhiono, H. (2014). Pengaruh Penggunaan Metode maternal Reflektif Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Tunarungu Kelas III SDLB. Jurnal ORTOPEDAGOGIA, 1(3), 217-224
    Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Alfabeta.
    Sugiyono. (2015). Statistik Nonparametris untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
    Winarsih, Murni. (2007). Intervensi Dini Bagi Anak Tunarungu Dalam Memperoleh Bahasa. Jakarta: Departemen Pendidikan Direkorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan ketenagaan penguruan Tinggi.
    Zulmiyetri, Z., (2017). Metoda Maternal Reflektif (MMR) untuk Meningkatka Kemampuan Bahasa Lisan Anak Tunarungu. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 5(2), 62-67.