Main Article Content

Abstract

Anak tunadaksa (cerebral palsy) mengalami kesulitan motorik halus yang menghambat kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran dan kemandirian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi okupasi berbantuan media puzzle dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak tunadaksa (cerebral palsy) kelas VIII di SMPN 1 Kedungpring Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A–B–A yang terdiri atas baseline-1 (A1), intervensi (B), dan baseline-2 (A2). Subjek penelitian adalah satu siswa dengan cerebral palsy spastik ringan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen penilaian motorik halus, sedangkan analisis data dilakukan secara visual dalam kondisi dan antar kondisi serta didukung oleh analisis Percentage of Non-overlapping Data (PND) sebesar 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus meningkat pada fase intervensi dibandingkan fase baseline dan tetap meningkat pada fase baseline-2, yang menunjukkan bahwa terapi okupasi berbantuan media puzzle efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus siswa cerebral palsy. Namun, karena penelitian ini menggunakan desain subjek tunggal dengan satu partisipan (N=1), hasil penelitian memiliki keterbatasan dalam hal generalisasi.

Keywords

Terapi Okupasi Media Puzzle Motorik Halus Cerebral Palsy

Article Details

How to Cite
Sri Utami, K., Rafikayati, A., & Youhanita, E. (2026). Efektivitas Terapi Okupasi Berbantuan Media Puzzle terhadap Keterampilan Motorik Halus Siswa Tunadaksa (Cerebral Palsy) . Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 10(2), 79–87. https://doi.org/10.24036/jpkk.v10i2.1661

References

  1. American Occupational Therapy Association. (2020). Occupational therapy practice framework: Domain and process (4th ed.). American Journal of Occupational Therapy, 74(Suppl. 2), 7412410010. https://doi.org/10.5014/AJOT.2020.74S2001
  2. Camden, C., Rivard, L. M., Hurtubise, K., & Livingstone, R. (2023). Enhancing participation of children with disabilities through rehabilitation: Current evidence and future directions. Developmental Medicine & Child Neurology, 65(4), 443–450. https://doi.org/10.1111/dmcn.15362
  3. Case-Smith, J., O'Brien, J. C., & Kuhaneck, H. M. (2022). Occupational therapy for children and adolescents (8th ed.). Elsevier.
  4. Hartimang, H., Suryani, Y., & Ummu, D. (2024). Penerapan terapi bermain puzzle dengan terapi getar dalam meningkatkan fungsi motorik halus anak cerebral palsy usia prasekolah. Jurnal Telenursing, 6(2). https://doi.org/10.31539/joting.v6i2.12160
  5. Novak, I., Morgan, C., Fahey, M., Finch-Edmondson, M., Galea, C., Hines, A., Langdon, K., McNamara, M. M., Paton, M. C., Popat, H., Shore, B. J., Khamis, A., Stanton, E., Badawi, N., & Goldsmith, S. (2020). State of the evidence traffic lights 2019: Systematic review of interventions for preventing and treating children with cerebral palsy. Current Neurology and Neuroscience Reports, 20(2), Article 3. https://doi.org/10.1007/s11910-020-1022-z
  6. Papavasiliou, A. S. (2023). Management of motor disorders in cerebral palsy: Current perspectives. Children, 10(5), 845. https://doi.org/10.3390/children10050845
  7. Patel, D. R., Bovid, K. M., Rausch, R., Ergun-Longmire, B., Goetting, M., & Merrick, J. (2024). Cerebral palsy in children: A clinical practice review. Pediatric Clinics of North America. Advance online publication. https://doi.org/10.1016/j.cppeds.2024.101673
  8. Setiawan, A. T. (2012). Efektivitas media puzzle untuk meningkatkan kemampuan menyusun kalimat bagi anak cerebral palsy. Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus, 1(3), 27–36. https://doi.org/10.24036/jupe7600.64
  9. Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (edisi terbaru). Alfabeta.
  10. Tawney, J. W., & Gast, D. L. (1984). Single subject research in special education. Merrill Publishing Company.

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.