Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar guru sekolah inklusif mampu menyusun kisi-kisi dan soal level 1,2 dan 3 (berbasis HOTS) untuk evaluasi formatif dan sumatif. Berdasarkan hasil supervisi akademik tahun 2020 sebanyak 70% guru di sekolah Inklusif binaan belum memahami dengan baik menyusun kisi-kisi dan soal level 1,2 dan 3 (berbasis HOTS), untuk mengatasi masalah tersebut pengawas melakukan pelatihan daring luring dengan strategi Discovery Learning. Rancangan penelitian adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Hasilnya aktivitas pelatihan guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebanyak 15%, guru yang memperoleh nilai A sebanyak 12 guru (60%), nilai B sebanyak 8 guru (40%). Penyusun soal sesuai kisi-kisi terdapat 8 guru dengan skor amat baik, 12 guru dengan skor baik, pada kriteria penilaian keterampilan menulis soal level 1,2 dan 3 (HOTS) terdapat 8 guru dengan skor amat baik, 12 guru dengan skor baik dan 100,00% mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan peneliti. Kesimpulannya pelatihan DL (daring luring) strategi DL (Discovery Learning) dapat meningkatkan aktivitas pelatihan dan ketrampilan guru dalam menyusun kisi dan soal level 1,2 dan 3 (berbasis HOTS).

Article Details

How to Cite
Yuastutik, I. (2022). Pelatihan Daring Luring dengan Strategi Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Sekolah Inklusif Menyusun Kisi dan Soal Level 1,2 dan 3. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.24036/jpkk.v6i1.608

References

  1. Agusta, A. R., & Sadijah, C. (2021). Kesiapan Guru Melaksanakan Pembelajaran Berbasis HOTS Ditinjau dari Pengetahuan dan Kemampuan Mengemas Perangkat Pembelajaran Copyright © 2021 , the Authors . Published by Pendidikan Sosiologi FKIP ULM. PADARINGAN: Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi, 3(2), 402–424. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.20527/padaringan.v3i2.3422
  2. Alsalamah, A., & Callinan, C. (2021). education sciences Adaptation of Kirkpatrick ’ s Four-Level Model of Training Criteria to Evaluate Training Programmes for Head Teachers. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.3390/educsci11030116
  3. Anom, G. A. (2020). Supervisi Edukatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran di SD, 4(2), 221–228. Retrieved from https://doi.org/10.23887/jisd.v4i2.25443
  4. Fanani, M. Z. (2013). STRATEGI PENGEMBANGAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DALAM KURIKULUM 2013 Moh. Zainal Fanani IAIN Kediri. Edudeena Journal Of Islamic Religious Education, 57–76. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.30762/ed.v2i1.582
  5. Issaka, C. A. (2018). Effect and snags of provision of in-service education and training for teachers in basic schools for the deaf, 10(November), 128–134. Retrieved from https://doi.org/10.5897/IJEAPS2018.0568
  6. Koto, I., Susanta, A., & Winarni, E. W. (2020). Jurnal Abdi Pendidikan PeningkatanKompetensi Pedagogik Guru-guru Sekolah Dasar Tentang Tes Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi Higher Order Thinking Skill, 01(1), 99–111. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.33369/jap.1.2.99-111
  7. Lubab, A., & Hafiyusholeh, M. (2019). Laporan pengabdian masyarakat berbasis program studi.
  8. Lubis, S. (2020). PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DALAM MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN EFEKTIF (Kajian Pelatihan Guru Mata Pelajaran Ushul Fikih Madrasah Aliyah Kejuruan di Balai Diklat Keagamaan Padang), 8(1), 366–378. Retrieved from https://doi.org/Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar
  9. Pegalajar, C., Medina-garcia, M., & Higueras-rodriguez, L. (2020). Analysis of Initial Teacher Training for the European Area : A Key Instrument of Social Transformation, 7(3), 277–284. Retrieved from https://doi.org/10.20448/journal.509.2020.73.277.284
  10. Reniasih, G. N. (2020). Penerapan Bimbingan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kemampuan Melaksanakan Asesmen Autentik pada Guru di SD, 4(1), 41–47. Retrieved from https://doi.org/10.23887/jisd.v4i1.24278
  11. Sitaasih, D. K. (2020). Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Proses Pembelajaran di SD, 4(2), 241–247. Retrieved from https://doi.org/10.23887/jisd.v4i2.25461
  12. Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  13. Sudjana, N. (2010). Penilaian hasil proses belajar mengajar, 2010, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  14. Suprianti, D., Dasna, I. W., & Munzil, M. (2020). Pengaruh Strategi Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Ditinjau. JPTPP, (2013), 1717–1724. Retrieved from https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v5i12.14282
  15. Takdir. (2012). Pembelajaran Discovery Strategy dan Mental Vocational Skill. Jogjakarta: DIVA Press.
  16. Wicaksono, A. G., & Riyadi, J. (2020). PENDAHULUAN Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan , pemerintah selalu menyempurnakan kurikulum . Kurikulum yang berlaku saat ini adalah kurikulum 2013 . Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan yang biasa disebut pendekatan saintifik ( scientific app. Retrieved from https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33061/awpm.v4i2.4165
  17. Widana, I. W. (2017). MODUL PENYUSUNAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
  18. Zheng, H., & Zhang, L. (2021). Online training of prospective language teachers: exploring a new model, (2021), 199–214. Retrieved from https://doi.org/10.14705/rpnet.2021.52.1273