Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi coping yang digunakan oleh guru Sekolah Luar Biasa dalam menghadapi berbagai tantangan saat mengajar anak berkebutuhan khusus. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologis yang menekankan pemahaman mendalam terhadap pengalaman subjektif guru dalam konteks nyata dan keseharian profesional mereka. Partisipan penelitian terdiri atas lima guru dari SLB Anugerah Colomadu, yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pengalaman mengajar, keterlibatan aktif di sekolah, serta kesediaan berbagi pengalaman secara terbuka dan reflektif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk menemukan pola-pola makna dalam pengalaman guru. Hasil menunjukkan guru menerapkan dua bentuk utama strategi coping, yaitu problem focused coping dan emotion focused coping. Bentuk coping diwujudkan melalui diskusi dengan rekan sejawat, penguatan hubungan positif dengan orang tua peserta didik, refleksi diri, aktivitas spiritual, serta penerimaan terhadap kondisi kerja sebagai bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral. Strategi ini terbukti membantu guru dalam mengelola tekanan emosional, menyeimbangkan tuntutan profesional dan personal, serta meningkatkan ketahanan psikologis dalam menjalankan peran mereka. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial, baik internal maupun eksternal sangat penting sebagai fondasi bagi penguatan kapasitas guru menghadapi kompleksitas pembelajaran, dinamika emosional, dan tuntutan profesional di lingkungan SLB.

Keywords

Strategi coping Guru SLB Anak berkebutuhan khusus

Article Details

How to Cite
Wiratmaja, F. A., Musslifah, A. R., & Ernawati, S. (2025). Strategi Coping Guru SLB dalam Menghadapi Tantangan Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 9(2), 176–184. https://doi.org/10.24036/jpkk.v9i2.1372

References

  1. Fadilah, N., & Marjohan. (2020). Hubungan antara religiusitas dan dukungan sosial dengan stres kerja pada guru SLB. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 6(1), 45–52.
  2. Hidayat, A., & Mulyani, A. (2020). Tantangan guru SLB dalam pembelajaran inklusif di masa pandemi. Jurnal Pendidikan Khusus, 15(2), 85–93.
  3. Kartikasari, Y., & Purwanto, E. (2021). Fleksibilitas pedagogis dalam pengajaran ABK di SLB. Jurnal Inklusi Pendidikan, 10(1), 112–124.
  4. Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.
  5. Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. sage.
  6. Miles, M. B., Huberman, A. M., Saldana, J., & Rohidi, T. R. (1996). F. Analisis Data. Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah, 61.
  7. Muhbar, M., & Rochmawati, R. (2019). Stres kerja pada guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di lembaga pendidikan nonkonvensional. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 5(2), 143–152. https://doi.org/10.26714/jkj.5.2.2017.82-86
  8. Nasution, F., Anggraini, L. Y., & Putri, K. (2022). Pengertian pendidikan, sistem pendidikan SLB, dan jenis‑jenis SLB. Jurnal Edukasi Nonformal.
  9. Park, C. L. (2010). Making sense of the meaning literature: An integrative review of meaning making and its effects on adjustment to stressful life events. Psychological Bulletin, 136(2), 257–301. https://doi.org/10.1037/a0018301
  10. Rizqianti, N. A., Ningsih, P. K., Ediyanto, E., & Sunandar, A. (2022). Implementasi Tugas Guru Pembimbing Khusus Serta Kendala sebagai Tenaga Pendidik Profesional di Sekolah Inklusi Kota Surabaya. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 6(1), 67-75. DOI: https://doi.org/10.24036/jpkk.v6i1.609
  11. Rustandar, A., & Widinarsih, D. (2023). Metode dan Media Pembelajaran untuk Pendidikan Inklusi bagi Penyandang Autis di Indonesia. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 7(1), 38-56. DOI: https://doi.org/10.24036/jpkk.v7i1.743
  12. Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  13. Sunarno, A., & Wijaya, D. (2022). Kompetensi interpersonal guru dalam mengelola stres kerja di SLB. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 14(3), 233–240.
  14. Tanjung, F., & Kurniawati, D. (2022). Peran dukungan keluarga terhadap ketahanan stres guru SLB. Jurnal Psikologi Terapan, 8(2), 76–83.
  15. Wiragita, G. A., & Tobing, D. H. (2018). Stressor dan coping stress guru yang dimutasi dari sekolah reguler ke Sekolah Luar Biasa (SLB). Jurnal Psikologi Udayana, 5(2), 440–449.
  16. Yulianingsih, D., & Hastuti, R. (2020). Persepsi positif terhadap pekerjaan sebagai pelindung stres pada guru SLB. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 7(1), 39–47.
  17. Zuhdi, S. H., & Harsiwi, N. E. (2024). Tantangan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus di SLB PGRI 01 Kamal. Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI), 2(2), 225–232.

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.